
JAKARTA, [08-02] – Sebuah capaian membanggakan kembali diraih oleh SMK Negeri 36 Jakarta. Berdasarkan kebijakan terbaru melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 126/P/2025, SMKN 36 Jakarta secara resmi ditunjuk sebagai salah satu Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) tahun 2026.
Penunjukan ini menempatkan SMKN 36 Jakarta di garda terdepan transformasi pendidikan vokasi di Indonesia. Sebagai Sekolah Model, SMKN 36 bukan hanya sekadar pelaksana kurikulum, melainkan menjadi Laboratorium Inovasi dan pusat percontohan bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Fokus utama dari mandat Sekolah Model ini adalah memastikan setiap lulusan SMKN 36 Jakarta memiliki 8 Dimensi Profil Lulusan yang kokoh, yaitu: Keimanan & Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi.
“Ini bukan sekadar perubahan label, tapi perubahan paradigma. Melalui pendekatan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam, kita tidak lagi hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi fokus pada pemahaman yang bermakna bagi siswa agar mereka memiliki keterampilan hidup yang adaptif,” ujar [Nama Kepala Sekolah], Kepala SMKN 36 Jakarta.

Sebagai bagian dari implementasi ini, SMKN 36 Jakarta akan mengintegrasikan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Langkah ini bertujuan agar lulusan SMKN 36 tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi digital dan memahami etika penggunaan AI di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sesuai dengan panduan kementerian, SMKN 36 Jakarta akan menempuh empat tahapan strategis:
Fondasi: Memperkuat lingkungan belajar yang inklusif dan aman.
Konsolidasi: Penguatan praktik belajar yang berpusat pada murid.
Transformasi: Optimalisasi asesmen holistik dan kemitraan erat dengan dunia kerja.
Kolaborasi: Berbagi praktik baik kepada sekolah-sekolah di sekitar.
Tinggalkan Komentar